Selasa, 10 April 2012

Karya Tulis Ilmiah (Isi)


BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

      Rokok menggunakan tembakau yang merupakan salah satu tanaman hijau yang tumbuh di daerah dengan iklim panas. Rokok ditemukan sekitar tahun 600 setelah masehi oleh suku Indian di Amerika dan diperkenalkan di Asia pada tahun 1575 (Arnez, 2007).
      Sebelum tahun 1968, rokok masih digulung menggunakan tangan dan masih belum menggunakan filter. Setelah memasuki tahun 1968, rokok mulai diproduksi menggunakan mesin dengan pertimbangan adanya peningkatan permintaan konsumen terhadap rokok secara pesat sejak tahun 1960 dan meningkatnya kepopuleran rokok yang menggunakan filter di kalangan konsumen. Sehingga produksi yang dilakukan dengan menggunakan mesin diharapkan lebih efektif (Arnez, 2007).
      Sebelum tahun 1990, rokok adalah salah satu produk yang dilarang untuk diiklankan melalui televisi. Namun, setelah melewati tahun 1990, pemerintah mengeluarkan peraturan baru tentang iklan rokok yang mengizinkan pengiklanan rokok dengan larangan yang sangat sedikit yakni hanya larangan menampilkan gambar rokok dan orang yang sedang merokok.             Peraturan ini kemudian ditambahkan oleh pemerintah pada PP No. 19 tahun 2003 yang isinya tentang peraturan yang menyatakan bahwa setiap pengiklanan rokok melalui media televisi dengan syarat bahwa setiap iklan rokok tersebut juga harus disertai dengan peringatan kesehatan (South East Asian Tobacco Control Alliance, 2007). Survei mengenai iklan rokok yang pernah dilakukan di Kota Medan juga memperlihatkan peran iklan dan media massa dalam perilaku merokok pada remaja.  Dengan jumlah sampel yang cukup besar (1765 orang), survei ini memperlihatkan bahwa dari pengamatan selama tiga puluh hari terakhir, sebanyak 91,8% iklan rokok dijumpai pada media papan iklan, 79,3% iklan rokok dijumpai pada surat kabar dan majalah. Walaupun telah resmi dilarang, survei ini mendapatkan 8,7% iklan rokok masih menampilkan logo merek rokoknya. Hal yang cukup menggembirakan adalah survei ini juga mendapatkan angka yang cukup tinggi untuk kampanye antirokok di media yaitu sebesar 88,6% (Global Youth Tobacco Survey, 2004).
      Ditinjau dari sudut kesehatan, tembakau atau rokok dapat menyebabkan berbagai penyakit tidak menular seperti penyakit jantung dan gangguan pembuluh darah, stroke, kanker paru, dan kanker mulut. Di samping itu, rokok juga menyebabkan penurunan kesuburan, peningkatan insiden hamil di luar kandungan, pertumbuhan janin (fisik dan intelegensi) yang melambat, kejang pada kehamilan, gangguan imunitas bayi dan peningkatan kematian perinatal (Depkes, 2009).
      Seperti halnya penghasil produk lainnya, perusahaan rokok ataupun pabrik rokok akan mengiklankan rokok yang mereka produksi melalui media-media yang ada. Iklan-iklan rokok menjadikan remaja sebagai target utama, hal ini terlihat dari iklan-iklan rokok dapat dijumpai di sekitar sekolah, pusat perbelanjaan, arena olahraga atau tempat-tempat di mana para remaja biasanya berkumpul (Gilpin, 2007).

1.2. Rumusan Masalah

 “Bagaimanakah pengetahuan dan sikap siswa SMP Negeri 33 Bandung tentang rokok dan iklan rokok?”

1.3. Tujuan Penelitian

      1.3.1. Tujuan Umum
Mengetahui gambaran tingkat pengetahuan dan sikap siswa SMP Negeri 33 Bandung tentang rokok dan iklan rokok.

1.3.2. Tujuan Khusus
     
      Tujuan khusus penelitian ini adalah:
      1. Mengetahui gambaran pengetahuan siswa SMP Negeri 33 Bandung tentang rokok.
      2. Mengetahui gambaran sikap siswa SMP Negeri 33 Bandung terhadap iklan rokok.

1.4. Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk:
1. Orang tua dan guru dapat mengetahui pengetahuan dan sikap siswa SMP Negeri 33 Bandung tentang rokok dan iklan rokok.
2. Bagi guru, menjadi pertimbangan untuk memberikan pelajaran khusus kepada siswa mengenai rokok dan efeknya.
3. Bagi orang tua, menjadi pertimbangan untuk memberikan pendidikan mengenai rokok dan bahayanya di lingkungan keluarga.
4. Bagi petugas medis, menjadi salah satu bahan penyuluhan di masyarakat.
5. Bagi siswa SLTP, menjadi lebih paham mengenai rokok dan bahayanya.
6. Menjadi bahan untuk penelitian berikutnya.











BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Pengertian Merokok

      Merokok adalah membakar tembakau yang kemudian dihisap asapnya baik menggunakan rokok maupun menggunakan pipa. Rokok merupakan benda yang sudah tak asing lagi bagi masyarakat. Merokok sudah menjadi kebiasaan yang sangat umum dan meluas di masyarakat tetapi kebiasaan merokok sulit dihilangkan dan jarang diakui orang sebagai suatu kebiasaan buruk. Sementara, alasan utama merokok adalah cara untuk bisa diterima secara sosial, melihat orang tuanya merokok, menghilangkan rasa jenuh, ketagihan dan untuk menghilangkan stress.

2.2. Sejarah Rokok

      Awal mula perkenalan dunia pada tembakau dan kebiasaan merokok tak bisa dilepaskan dari peristiwa penemuan benua Amerika oleh para pelaut Spanyol di bawah pimpinan Christopher Colombus, melihat bangsa Indian mempergunakan daun kering dengan berbagai cara, salah satu diantaranya dengan membakarnya sebagai rokok yang mendatangkan kenikmatan pada tubuh mereka, menciptakan rasa nyaman dan mengurangi kelelahan.
      Sejarah rokok daun tembakau dipopulerkan pada abad XVI di Eropa, jumlah perokok terus meningkat. Bangsa Spanyol dan Portugis bersama menanam tembakau di Hindia Barat dan Brasil. Perancis mengenal tembakau lewat Jean Nicot dijumpai istilah Nicotiane untuk menyebut jenis tanaman obat (tembakau) yang dimaksud. Pada abad XVIII orang Rusia mengenal cara baru menikmati tembakau dengan menggunakan pipa air, yang sebelumnya telah populer di kalangan orang Turki. Kemudian kebiasaan merokok mulai muncul di kalangan bangsawan Eropa. Tapi berbeda dengan bangsa Indian yang merokok untuk keperluan ritual dan pengobatan, di Eropa orang merokok hanya untuk kesenangan semata-mata. Merokok yang semula bertujuan untuk pengobatan akhirnya menjadi penyebab banyak kelainan dan penyakit. Salah satu berhubungan dengan sistem kardiovaskuler, merokok juga berhubungan dengan jaringan lunak dan keras di rongga mulut karena merupakan awal terjadinya penyerapan zat hasil pembakaran rokok, maka mukosa mulut juga mempunyai dampak akibat dari merokok.

2.3. Efek dari Rokok

      Rokok dapat memberi efek nikmat, santai dan ketenangan. Namun rokok juga akan membawa bahaya dan efek tidak baik terhadap tubuh, keluarga dekat, masyarakat, lingkungan dan tentunya juga perekonomian.
      Setelah menyala, sebatang rokok dapat mencapai suhu hampir 2.000 derajat Fahrenheit. Panas tinggi ini membantu melepaskan ribuan senyawa kimia, termasuk racun seperti karbon monoksida dan hidrogen sianida, sedikitnya 43 karsinogen, dan berbagai mutagen. Semua ini dapat ditarik ke dalam tubuh ketika seorang perokok menghirup. Lebih dari 4.000 bahan kimia yang terdapat pada sebatang rokok, dimana 200 diantaranya beracun dan 43 jenis lainnya dapat menyebabkan kanker bagi tubuh. Sedangkan racun utama pada rokok adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida.

a) Nikotin
      Nikotin ditemukan secara alami dalam tanaman tembakau, tidak memiliki bau dan tanpa warna. Nikotin merupakan zat adiktif yang dapat menyebabkan kecanduan dan mempengaruhi syaraf serta peredaran darah. Zat ini bersifat karsinogen, dan mampu memicu terjadinya kanker paru-paru.
      Nikotin masuk kedalam tubuh dalam bentuki tetesan kecil yang bertumpu pada partikel tar dalam asap rokok. Saat dihirup ke dalam paru-paru, zat nikotin masuk dengan cepat ke dalam aliran darah hingga mencapai otak dalam waktu sekitar 10 detik. Hanya dalam 5 sampai dengan 10 detik, nikotin telah dapat menyebar ke seluruh bagian tubuh perokok. Dalam waktu singkat nikotin dalam aliran darah segera menimbulkan efek yaitu membuat si perokok merasa lebih konsentrasi dan santai. Namun kurang dari 30 menit, setelah setengah dari nikotin meninggalkan aliran darah, si perokok mulai merasa kurang berkonsentrasi dan lebih tegang. Selanjutnya si perokok akan meraih rokok lagi untuk mendapatkan efek "nikmat" nikotin tersebut. Seiring waktu, para perokok mulai membutuhkan lebih banyak lagi rokok sepanjang harinya untuk memenuhi hasrat kecanduannya.
      Nikotin juga merangsang bangkitnya adrenalin hormon dari anak ginjal yang menyebabkan jantung berdebar dan meningkatkan tekanan darah serta kadar kolesterol dalam darah.

b) Tar
      Tar adalah hirokarbon yang bersifat lengket dan menempel pada di pipa bronkiolus yang mengarah ke paru-paru. Penimbunan tar pada saluran tersebut akan menimbulkan batuk-batuk atau sesak napas, sedangkan tar yang menempel di jalan napas dapat menyebabkan kanker jalan napas, lidah atau bibir

c) Karbon Monoksida

      Merokok juga dapat meningkatkan jumlah karbon monoksida di dalam paru-paru. Karbon mono oksida lebih mudah terikat pada hemoglobin daripada oksigen, sehingga mengurangi kapasitas oksigen dalam darah. Oleh sebab itu, darah orang yang kemasukan CO banyak, akan berkurang daya angkutnya bagi oksigen dan orang dapat meninggal dunia karena keracunan karbon mono oksida. Pada seorang perokok tidak akan sampai terjadi keracunan CO, namun pengaruh CO yang dihirup oleh perokok dengan sedikit demi sedikit, dengan lambat namun pasti akan berpengaruh negatif pada jalan napas dan pada pembuluh darah. Meningkatnya level karbon monoksida dalam darah mengakibatkan para perokok harus mengerahkan usaha fisik yang lebih untuk mencapai tugas tertentu dibandingkan bukan perokok, sehingga jantung pun harus bekerja lebih keras.

2.4. Ciri-Ciri Rokok

      2.4.1. Jenis Rokok

      Bahan baku rokok hanya tembakau baik menggunakan filter maupun non filter dikenal sebagai rokok putih. Rokok kretek adalah rokok dengan atau tanpa filter yang menggunakan tembakau rajangan dengan cengkeh rajangan digulung dengan kertas sigaret boleh memakai bahan tambahan asalkan diizinkan pemerintah. Rokok campuran adalah rokok yang dihisap oleh seseorang dalam waktu tidak tentu dengan jenis rokok kretek maupun rokok putih. Rokok filter adalah rokok yang bagian pangkalnya terdapat gabus. Rokok non filter adalah rokok yang bagian pangkalnya tidak terdapat gabus.

      2.4.2. Kandungan Rokok

      Rokok merupakan gabungan dari bahan-bahan kimia. Satu batang rokok yang dibakar akan mengeluarkan 4000 bahan kimia. Secara umum bahan-bahan ini dapat dibagi menjadi dua golongan besar yaitu komponen gas (92%) dan komponen padat atau partikel (8%). Asap rokok yang dihisap atau asap rokok yang dihirup melalui dua komponen. Pertama, komponen yang lekas menguap berbentuk gas. Kedua, komponen yang bersama gas terkondensasi menjadi komponen partikulat. Dengan demikian, asap rokok yang dihisap dapat berupa gas sejumlah 85 persen dan sisanya berupa partikel. Asap yang dihasilkan rokok terdiri dari asap utama (main stream smoke) dan asap samping (side stream smoke). Asap utama adalah asap tembakau yang dihisap langsung oleh perokok, sedangkan asap samping adalah asap tembakau yang disebarkan ke udara bebas, sehingga dapat terhirup oleh orang lain yang dikenal sebagai perokok pasif.
      Komponen gas asap rokok adalah karbonmonoksida, amoniak, asam hidrosianat, nitrogen oksida dan formaldehid. Partikelnya berupa tar, indol, nikotin, karbarzol dan kresol. Zat-zat ini beracun, mengiritasi dan menimbulkan kanker (karsinogen). Nikotin paling banyak dijumpai di dalam rokok. Kadar nikotin pada rokok putih adalah 4-5mg, sedangkan pada rokok kretek adalah 5 mg. Kandungan kadar karbon monoksida di dalam rokok kretek lebih rendah daripada di dalam rokok putih. Kadar tar pada rokok putih adalah 14-15 mg, sedangkan pada rokok kretek adalah 20 mg.



















BAB III
PEMBAHASAN

3.1. Upaya Pencegahan

      Kalau kita sudah kecanduan dengan yang namanya rokok, susah untuk berhentinya. Namun kalau kita memang merasa merokok itu tidak bermanfaat, untuk apa lagi merokok itu diteruskan. Kita harus berusaha untuk mengentikan rokok yang jelas-jelas merugikan buat kesehatan si perokok sendiri, juga untuk orang disekitar perokok. Selain itu merokok juga dapat mengganggu keuangan keluarga.
      Berikut adalah upaya pencegahan untuk berhenti merokok:
1.   Kemauan atau niat kuat untuk berhenti merokok, lalu buat komitmen dengan diri sendiri untuk berhenti merokok.
2.   Jauhkan dari teman-teman yang sedang merokok maupun tukang rokok, serta jauhkan juga dari area merokok.
3.   Jauhkan dari hal yang mengingatkan dengan keinginan merokok seperti korek dan rokok.
4.   Alihkan keinginan merokok dengan makanan kecil atau menghisap permen sebagai ganti merokok, setiap kali datang keinginan untuk merokok.
5.   Lupakan keinginan merokok dengan perbanyak kegiatan, seperti bekerja, berolah raga, main game, dan sebagainya.
6.   Jika Anda kesulitan untuk langsung berhenti total, mulailah dengan mengurangi jumlah rokok. Misalnya jika sebelumnya Anda merokok 12 batang dalam sehari, kurangi menjadi 10 batang, 6 batang dan seterusnya sampai anda benar-benar berhenti merokok.



BAB IV
PENUTUP

4.1. Kesimpulan

        Rokok adalah sejenis tembakau yang digulung menggunakan kertas rokok. Rokok yang hanya menggunakan tembakau baik filter maupun non filter disebut dengan rokok putih. Rokok yang menggunakan tembakau rajangan dan cengkeh rajangan baik filter maupun non filter yang digulung menggunakan kertas sigaret disebut rokok kretek. Rokok memberikan efek santai, ketenangan dan kenikmatan. Rokok juga member efek tidak baik terhadap tubuh, lingkungan, masyarakat, keluarga dan perekonomian. Racun utama dalam rokok diantaranya adalah tar, nikotin, dan karbon monoksida. Upaya pencegahannya yaitu berniat untuk berhenti merokok, menjauh dari area merokok, lupakan kegiatan merokok dengan melakukan suatu kegiatan.

4.2. Saran
     
        Saran dari saya sebaiknya bagi yang belum pernah menyentuh rokok, jangan coba-coba untuk mendekati barang tersebut, karena apabila Anda mencoba untuk menggunakan barang tersebut, Anda pasti akan ketagihan dan otomatis ekonomi, lingkungan, dan sosial akan terganggu. Dan bagi yang sudah pernah atau sering merokok, sebaiknya jauhilah barang tersebut dan tinggalkanlah ia, karena apabila penggunaan berlanjut, akan berdampak negatif pada kesehatan tubuh, bahkan dapat menyebabkan kematian secara perlahan-lahan, sebab rokok mengandung CO yang sangat berbahaya.

Karya Tulis Ilmiah (Kata Pengantar)

KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kehadirat Allah SWT, karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya penulis dapat menyelesaikan penyusunan karya ilmiah ini yang berjudul “Bahaya Rokok dalam Kehidupan”.

Adapun maksud dilaksanakannya penyusunan karya ilmiah ini tidak lain adalah untuk memenuhi tugas Bahasa Indonesia yang ditugaskan kepada kami, sehingga kami lebih memahami tentang bahayanya rokok dalam kehidupan kita.

            Penulis menyadari bahwa karya ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan. Untuk itu, sudilah kiranya para pembaca untuk memberikan masukan dan saran sehingga isi karya ilmiah ini dapat lebih sempurna.
Dan sebelumnya penulis memohon maaf yang sebesar-besarnya jika ada kesalahan cetak atau bahasa yang kurang baku di dalam karya tulis ilmiah ini.
Akhirnya, penulis berharap semoga isi karya ilmiah ini dapat memberikan manfaat bagi siapa saja yang memerlukannya dimasa sekarang dan yang akan datang. Aamiin.


                                                            Bandung, 10 Maret 2012      
                                                           
                                         Penulis








DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................................................... i
Kata Pengantar .................................................................................................................. ii
Daftar Isi ............................................................................................................................ iii
BAB I PENDAHULUAN ..................................................................................................1
         1.1 Latar Belakang ......................................................................................................1
         1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................2
         1.3 Tujuan Penelitian .................................................................................................2
         1.4 Manfaat Penelitian ...............................................................................................3
BAB II TINJAUAN PUSTAKA …........................................................................................4
         2.1 Pengertian Rokok ……………………………………………………………..................................4
         2.2 Sejarah Rokok ......................................................................................................4
         2.3 Efek Dari Rokok ……..………….................................................................................5
         2.4 Ciri-Ciri Rokok ......................................................................................................7
               2.4.1 Jenis Rokok ……………………………………………………………...................................7
               2.4.2 Kandungan Rokok …………………………………………………………...........................7
BAB III PEMBAHASAN...................................................................................................9
         3.1 Upaya Pencegahan …..….......................................................................................9
BAB IV PENUTUP ........................................................................................................10
         4.1 Kesimpulan .........................................................................................................10
         4.2 Saran ………….......................................................................................................10
DAFTAR PUSTAKA ......................................................................................................11

Karya Tulis Ilmiah (cover)


KARYA TULIS ILMIAH
“Bahaya Rokok dalam Kehidupan”

Di susun sebagai salah satu untuk menenuhi syarat Tugas Mata Pelajaran Bahasa Indonesia yang ditugaskan oleh Pak Andi Suwanda S.Pd























 







Disusun oleh :
Arif Amrullah
Kelas IX-E

SMP Negeri 33 Bandung